QAYAMAAT KA ISHAARAA

NASKAH DRAMA BOLLYWOOD
Karya / Sutradara : ABBAS MUSTAN BHANSALI

PARA PEMAIN

FREDY
RAHUL KHAN
BAPAK
IBU
PRIYA KHANNA
TEMAN – 2 PRIYA
ORANG 1
ORANG 2
ORANG 3
JHONY
WANITA
BANCI
GENG 1
GENG 2
GENG 3
ANAK BUAH JHONY
LETNAN
POLISI 1
POLISI 2
SEPASANG TOKOH
MASYARAKAT

___________________________________________________________

ADEGAN PERTAMA

BERAWAL DENGAN TARIAN MIDLEY BERVARIASI YANG MENGGAMBARKAN BUDAYA.
DI SEBUAH PERKAMPUNGAN YANG SEDERHANA NAN ASRI DI WILAYAH TAMIL NADU. NAMPAKLAH BEBERAPA ORANG YANG SEDANG BERADA DI GARDU JAGA SEDANG MAIN KARTU. DATANGLAH SEORANG LELAKI YANG BERPAKAIAN PERLENTE DARI KOTA DELHI UNTUK MENEMUI KELUARGANYA.

FREDY
Selamat malam. Apa benar disini daerah Kanniyakumari ?

ORANG 1
Ya, benar. Ada apa ya ?

FREDY
Saya kemari ingin menemui keluarga saya. Tapi sampai saat ini saya belum bertemu dengan mereka.

ORANG 2
Rumahnya dimana ? Maksudnya alamat pastinya dimana ya ?

FREDY
Nah, itu makanya, saya tidak ingat lagi. Saya sudah lama tinggal di New Delhi. Hampir 20 tahun saya tidak pernah pulang ke kampung halaman. Tapi saya masih menyimpan fotonya.

ORANG 3
Sebenarnya bapak ini asli sini ? Lalu yang dimaksud keluarganya itu adalah orangtua bapak sendiri ?

FREDY
Yach begitulah. ( Muncullah beberapa wanita muslimah )

ORANG 1
Hai … Gadis. Assalaamu ‘alaikum. ( Para wanita menjawab salam dengan ketakutan )
Wah … Apa perlu diantar pulangnya ?

PRIYA KHANNA
Terima kasih kak, kami bisa pulang sendiri.

ORANG 2
Ayolah ! Jangan sungkan-sungkan. Tidak baik lho menolak kebaikan seseorang.

PRIYA KHANNA
Tidak usah kak. ( Memaksa para wanita ) Kak, jangan paksa saya. ( Meronta ).

RAHUL KHAN
Hey, lepaskan ! Jangan ganggu mereka ! ( Para wanita berlari ke dekat Rahul Khan ).
Kalian ini tidak bosan-bosannya menggoda wanita. Itu perbuatan dosa, mengerti.

Berapa kali aku harus mengingatkan kalian. Apa perlu golok ini yang akan bicara ?!
( Kemudian para pemuda itu kabur sambil memberikan foto tsb ke Fredy ). Kenapa kau masih diam saja ? Menantang ya ! Aku tidak takut siapapun. Aku ini keturunan Syahid Khan. Jagoan di daerah sini.

FREDY
Rahul. Rahul Khan. Benarkah dirimu ?

RAHUL KHAN
Siapa kamu ? Kenapa kau bisa mengenaliku ? Katakan, siapa kamu sebenarnya ?

FREDY
Rahul, ini aku. Fredy. Temanmu yang merantau ke New Delhi. Masa’ kau lupa ! Fredy. Fredy.

RAHUL KHAN
Fredy ( sambil mengingat-ngingat ) Rasanya aku tidak pernah punya sahabat yang bernama … Fredy.

FREDY
Oh, maaf. Maksudku … Fredy itu panggilanku. Nama asliku Farden Khan putra Saif Ali Khan

RAHUL KHAN
Benarkah ? Kau Farden Khan ! ( Mereka berpelukan ) oh ya ini adikku, Priya Khanna dan teman-temannya. Wah … sudah sekian lama kita tidak bertemu ? Kenapa sekarang kau ada disini ?

FREDY
Ceritanya panjang. Perjalanan kehidupan yang menyenangkan dan menggairahkan.

RAHUL KHAN
Kalau begitu, sebaiknya kau bercerita dan bermalam di rumahku saja. ( Kemudian pergi )

___________________________________________________________

ADEGAN KEDUA

DI SEBUAH RUMAH YANG SEDERHANA. KELUARGA INI TELAH DITINGGALKAN RAHUL, ANAK PERTAMANYA PERGI MERANTAU MENGIKUTI JEJAK FARDEN KE KOTA BESAR. SUDAH SETAHUN MEREKA TINGGAL BERTIGA DI RUMAHNYA.

IBU
( Gelisah ) Sudah tiga bulan ini, Rahul tidak memberi kabar lagi pada kita. Ibu bingung, pak. Jangan sampai terjadi apa-apa padanya.

BAPAK
Bapak juga tidak habis pikir. Rasanya setahun lamanya Rahul pergi merantau. Padahal sebulan sekali, dia kirim surat memberitahukan keadaannya. Suka maupun duka.
Tapi kenapa sekarang dia jadi aneh ?

IBU
Makanya itu pak, ibu khawatir selama ini. Setiap hari selalu memikirkan nasib Rahul, anak kita yang pertama ini.

BAPAK
Sebenarnya bapak ragu melepaskan anak kita untuk merantau ke kota besar. Kota New Delhi, adalah kota Metropolitan yang berbudaya islaminya kurang kental. Semua ini pengaruh budaya barat yang begitu besar. Nampak sekali pada diri, temannya Rahul.
Si … siapa namanya ?

IBU
Farden Khan

BAPAK
Ya, Farden Khan alias si Fredy. Coba lihat, namanya saja sudah dirubah. Cara berpakaian dan gaya bicaranya tidak menunjukkan budaya India. Sok kebarat – baratan.

IBU
Ibu sedih, kalau membayangkan keadaan orangtuanya Farden. Sekian tahun lamanya mereka ditinggalkan anaknya tanpa kabar. Kedua orangtuanya meninggalpun si Farden tidak kunjung datang. Ibu tidak ingin seperti ini, pak.

BAPAK
Sabar, bu.. Kita sebagai orangtua selalu memohon pada Allah SWT. Agar keluarga kita selalu bertaqwa dan mendekatkan diri pada-Nya. Meskipun pekerjaan Rahul saat itu tidak menentu tapi dia gigih dalam hidupnya. Rahul, anak yang sholeh, taat beragama, dan patuh pada orangtua. Tidak mungkin Rahul menjadi anak yang durhaka.

IBU
Di rumah ini kita tinggal bertiga. Ibu tidak rela Priya mengikuti jejak Kakaknya. Siapa lagi yang bisa membantu kita jika dia juga pergi meninggalkan rumah ini.

BAPAK
Oh ya, Priya sudah pulang ?

IBU
Sudah. ( Memanggil ) Priya, Priya,, kemari nak !

PRIYA KHANNA
Ada apa bu ?

IBU
Sudah kau kirimkan surat buat kakakmu ?

PRIYA KHANNA
Sudah bu tadi pagi. Inipun surat yang ketiga kalinya. Malah tidak pernah dibalas. Sebenarnya ada apa dengan Kak Rahul ?

IBU
Ibu juga bingung. Padahal setiap bulan selalu kirim uang dan tidak pernah terlambat. Itupun kita tidak tahu, Rahul kerja apa selama ini di kota besar ?

BAPAK
Sudahlah, semoga Allah melindungi Rahul. Waktu Sholat Maghrib sudah dekat. Sebaiknya kita siap-siap saja. Ayo, kita berjamaah.

___________________________________________________________

ADEGAN KETIGA

SUASANA DI KOTA BESAR NEW DELHI YANG PENUH DEMONSTRASI. WARGA NEW DELHI TURUN KE JALAN-JALAN. KEHIDUPAN KEJAHATAN MERAJA LELA. DI SEBUAH TAMAN, NAMPAKLAH SEORANG WANITA YANG SEDANG BERKOMUNIKASI DENGAN KEKASIHNYA. LALU DIRAMPOK OLEH PENJAHAT. TAPI BUKANNYA WANITA ITU TERTOLONG TAPI MALAH DIPERKOSA OLEH PENJAHAT YANG LAIN.

WANITA
Hallo, sayang. Kemana saja kamu ini ? Lama banget sih ! Aku bete nih nunggu lama-lama disini. ( Reaksi tasnya dirampas oleh penjahat ) Maliing. Maliiiiinnggg … !!!

RAHUL KHAN
( Muncul bersama gengnya ) Ada apa nona ? Ada apa ?

WANITA
( Ketakutan ) Tolong, kak ! Tas saya di rampok. Tolong, kak ! Kejar dia, Kak !

RAHUL KHAN
Tenang, nona. Tenang. Ya santai saja, disini ada kakak kok. Pasti nanti tertangkap. ( Wanita ditodong dengan pisau di lehernya ). Jangan teriak. Pisau itu akan merobek lehermu. Sebaiknya lepaskan perhiasanmu. Semuanya.

GENG 1
Bagaimana, pakaiannya sekalian dilepaskan ?

RAHUL KHAN
Oh … kalau yang itu jangan dulu. Kita serahkan saja ke Boss kita, Fredy. Tapi kecantikan tubuh ini, rasanya aku harus nikmati lebih dulu. Kemudian selanjutnya giliranmu. Giliranmu. ( Mereka tertawa dengan nafsu bejatnya sambilk menyeret wanita. Diketahui oleh banci )

BANCI
Idiiih kasihan sekali wanita itu. Semua hartanya dirampas. Tubuhnya juga. Akika ngga tega melihatnya. ( Suara jeritan wanita yang diperkosa ) Ach … Di – per – ko – sa … Kenapa ngga …… Tolooong … Toloooonnggg … perkosa saya dong … perkosa saya … kok ngga ada yang datang sih. Ah … Benci aku … Benci aku … ( keluar )

____________________________________________________________

ADEGAN KEEMPAT

SUASANA DI SEBUAH GUDANG TUA. MEREKA BERPESTA DAN MENARI. NAMPAK GENG FREDY DKK. MENIKMATI PARA WANITA SETELAH MELAKUKAN PEMBUNUHAN WANITA TSB KEMUDIAN MENGADAKAN TRANSAKSI NARKOBA.

FREDY
Nikmat sekali dunia ini. ( Memanggil ) Rahul. Sebaiknya untuk menghilangkan jejak. Suruh mereka membunuhnya. Aku sudah puas menikmatinya.

RAHUL KHAN
( Bicara di kejauhan ) Bunuh saja perempuan itu. Potong – potong sekalian tubuhnya dan buang secara terpisah.

GENG 2
( Suara di balik panggung dengan teriak ) Baik, Boss.

TIBA – TIBA GENG 3 DATANG DENGAN TERGESA – TERGESA DAN PANIK. ADA BERITA BURUK YANG HARUS DISAMPAIKAN PADA FREDY

FREDY
Cepat sekali kau pulang. Apa kiriman barang kita sudah sampai pada tujuannya ?

GENG 3
Belum, boss. Paket ganja itu, aku tinggalkan saja ditengah perjalanan.

FREDY
Gila kau. Apa maksudmu ?

GENG 3
Sorry, boss. Karena … …

FREDY
Karena … Karena apa ?

GENG 3
Karena ditengah perjalanan, bis yang aku tumpangi itu terjebak tanah longsor di Wilayah Bangalore. Aku selamat dan langsung melarikan diri.

FREDY
Sial … Sial … Kenapa kau tidak bawa kembali barang itu ? Goblok. Fuck You Man..

GENG 3
Aku tidak bisa menyelamatkan barang itu karena kondisi bis terbalik dan barang itu entah kemana ?

RAHUL KHAN
( HP berbunyi ) ya … Hallo ! … … What ? … … Okey ! Okey ! … … I am stay here. Yeah !

FREDY
Ada apa lagi, Rahul ? Kelihatannya serius.

RAHUL KHAN
Transaksi kita terlambat lagi. Kebetulan anak buahnya Jhony yang mau mengantarkan narkotik itu tewas. Akibat ledakan bom di depan Plaza City. Ketika itu dia sedang berada di Mumbai. Tapi sebentar lagi Jhony akan datang.

FREDY
Lalu bagaimana dengan perdagangan bayi dan gadis – gadis ke negara lain ?

RAHUL KHAN
Semuanya sudah lancar. Seluruh jaringan usaha kita tetap terkendali. Dan kiriman paket obat–obat terlarang itu seharusnya diantar oleh anak–anak dibawah umur saja agar aman.
( Kemudian Jhony beserta anak buahnya datang dan langsung menjalankan transaksi. Tapi mereka saling menipu dan menodongkan senjata )

FREDY
Oh … jadi kau ingin menipuku. Cerdik sekali kau ini.

JHONY
Ya … tapi aku juga tidak mudah kau tipu. Kau memang keparat, tidak tahu diri. Keberhasilanmu selama ini karena aku.

FREDY
Diam bangsat. Kehidupan ini adalah sebuah permainan. This is the game. Siapa yang berkuasa dialah yang menang.

ANAK BUAH JHONY
Boss. Kita terjebak. Polisi akan mengepung daerah ini. ( Kemudian polisi menggrebek para penjahat )

LETNAN
( Suara ) Diam di tempat. Kami polisi. ( Kemudian masuk tapi mereka kabur )

POLISI 1
Mereka kabur. Kita terlambat, Let.

LETNAN
Segera instruksi agar semua bandara ditutup. Sebarkan informasi pencarian penjahat kelas kakap. Laksanakan !

POLISI 1 & 2
Siap, Letnan. ( Kemudian pergi )

___________________________________________________________

ADEGAN KELIMA

KEADAAN DI SEBUAH RUMAH SEDERHANA. NAMPAKLAH IBU SEMAKIN GELISAH DAN PENUH KESEDIHAN. SETELAH DITINGGAL KEMATIAN SUAMINYA KARENA SAKIT.

PRIYA KHANNA
Maafkan Priya, bu. Aku tidak kuat melihat keadaan ibu seperti ini. Setelah bapak meninggal karena sakit. Dan kak Rahul tidak pernah pulang. Ibu selalu sedih memikirkan keluarga ini. Aku tidak tahan, bu. Aku tidak kuat merahasiakannya. Aku harus mengatakan yang sebenarnya. Aku telah menyimpan koran ini dari bapak setahun yang lalu. Bapak berpesan jangan kau beritahukan tentang Rahul pada Ibumu.

IBU
Apa beritanya di koran itu ?

PRIYA KHANNA
Polisi telah menangkap gembong narkotik yang dipimpin Fredy alias Farden Khan. Tapi dia tewas tertembak karena melawannya. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap Rahul Khan yang kini masih buron.

IBU
Ya … Allah, anakku. Kenapa kau jadi manusia yang terkutuk. Dosa apa hambamu ini, ya Allah ? ( Menangis )

PRIYA KHANNA
Sabarlah, bu. Semoga Allah mangampuni dosa–dosanya. Dan selalu diberikan petunjuk agar kak Rahul masih hidup. Secepatnya bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Aku harus kerja dulu, bu. Aku harus memenuhi kebutuhan keluarga ini. Jaga diri baik–baik, di rumah bu. Assalamu ‘alaikum. ( Mencium tangan Ibu )

IBU
Wa’alikum salaam. Hati – hati di jalan. nak. Kau harus selalu berdoa dan ingat kepada Allah di manapun kau berada. ( Priya pergi dan Ibu langsung sholat untuk memohon pada Allah. Kemudian muncullah Rahul Khan dengan paniknya karena buron )

RAHUL KHAN
Bapaakk … Ibuuuu … Priyaaa … ( Memanggil ) Ibu. Ibu. Aku datang kemari butuh uang, bu. Berikan aku uang. Cepat. Aku harus merubah wajahku, agar tidak bisa dikenali. Hentikan dulu, bu. Bangsat ! ( Menendang tapi ibu masih Sholat ) Ibu, apa kau tidak dengar ? Aku dikejar–kejar polisi. Kurang ajar ! ( Mendorong ibunya yang lagi duduk diantara sujud )

IBU
( Menangis ) Ya … Allah, ampunilah hambamu ini. Turunkan azdab jika kau berkehendak. Selamatkan apa yang ingin Engkau selamatkan. Allaahu Akbar.

TIBA-TIBA TERJADILAH GEMPA DAN GELOMBANG TSUNAMI MELANDA DAERAHNYA. SEMUA MASYARAKAT PANIK DAN BERHAMBURAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRINYA MASING-MASING. KETIKA ITU PULA PRIYA KHANNA KEMBALI KE RUMAH UNTUK MENJEMPUT IBUNYA. TAPI DIKEJAUHAN RAHUL KHAN TIDAK BISA DISELAMATKAN. SEMUA RUMAH RUSAK DAN MAYAT ADA DIMANA-MANA. SEBAGIAN WARGA YANG SELAMAT IKUT MENGEVAKUASI MAYAT YANG TERGELETAK DIMANA-MANA. TERNYATA IBU BESERTA PRIYA TELAH SELAMAT

SEPASANG TOKOH
Innaalillaahi Wainnaa ilahi Rooji’uun.
( Tokoh Wanita berbahasa India dan Tokoh Lelaki berbahasa Indonesia )
Barangkali banyak orang belum tahu tanda-tanda kiamat yang pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga mereka tidak sadar dengan keadaan dunia sekarang ini. Padahal, jika kita memperhatikan situasi dan kondisi dunia sekarang ini dengan cermat, maka tanda-tanda kiamat yang disebutkan oleh Rasulullah SAW itu sudah tampak di depan mata kita.
( Kemudian mereka menyanyikan lagu kesedihan )

TAMAT

____________________________________________________________

NO TOKOH KOSTUM PROPERTY ADEGAN
01 Fredy Trendy, Necis dan Mafia Foto,Tas,Botol,Pistol 1 dan 4
02 Rahul Khan Muslim, Mafia dan Biasa Golok, HP, Uang 1,3,4 & 5
03 Bapak Muslim dengan sarung Koran 2
04 Ibu Biasa Bebas / sehari-hari Mukena&Sajadah 2 dan 5
05 Priya Khanna Muslimah Kitab / Buku 1,2 dan 5
06 Jhony Mafia / Berdasi Pistol 4
07 Wanita Seksi Tas & HP 3
08 Banci Norak Kipas 3
09 Spsg Tokoh Muslim Tulen Tasbih 5
10 Orang 1 – 3 Biasa Bebas / sehari – hari Kartu / Gaplek 1
11 Geng 1 – 3 Mafia Golok & Ganja 3 dan 4
12 AB Jhony 1-3 Mafia Narkotik 4
13 Letnan Berdasi dengan jaket hitam Pistol 4
14 Polisi 1 & 2 Seceurity Pistol 4
15 Teman2 Priya Muslimah Kitab / Buku 1
16 Masyarakat Biasa Bebas / Sehari – hari Poster Demo dll. 3 dan 5

KETERANGAN :

• Harap datang setiap latihan tepat waktu. Adapun waktu latihan bebas sesuai sepakatan bersama yang akan ditentukan nantinya. Terutama hari Minggu wajib datang.

• Tempat latihan harus tetap dijaga kebersihan dan penuh konsentrasi.

• Semua peralatan / Property harap segera dicari dan dikumpulkan pada satu tempat. Jika tidak ada, maka segera dibuat sendiri peralatannya.

• Naskah yang sudah diterima harap dijaga baik-baik. Jangan sampai rusak atau hilang. Dialog peran yang dimainkan harus dihafalkan.

• Pementasan Drama ini sebuah alat Dakwah bagi kita umat Islam. Maka seriuslah berjihad dengan kebesaran nama Allah Akbar. “ BOLLYWOOD PEDULI KEMANUSIAAN “

• Semoga Sukses dan diridhoi oleh Allah SWT, Amiiiinnn ……………

Koleksi : teater_gress@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: