CAHAYA KEBENARAN

NASKAH DRAMA PANGGUNG

Karya 2004 : ABBAS MUSTAN BHANSALI

PARA PEMAIN
Si Tukang Sapu
Si Kutu Buku
‘Ammar bin Yasir
Yasir
Sumayyah
Shuhaib ar – Rumi
Abu Jahal bin Hisyam
Ketua Suku Bani Makhzum
Masyarakat
Para Penari India

____________________________________________________________

SINOPSIS

Dimana Allah telah mengijinkan Cahaya Kebenaran itu menyebar dan keselamatan meliputi bumi
Risalah Islam tidak menerima perendahan martabat dan kesombongan
Tirani harus secepatnya kita hancurkan dengan mengumandangkan kalimat Tauhid
Kejadian berawal dari dua sosok manusia yang membicarakan tentang ISLAM
Dalam bentuk apa ISLAM buat kita
Hingga Syariat ISLAM yang perlu kita ketahui

Kisah KELUARGA PARA SYUHADA’
Membuat diri kita mempercayai akan kebenaran.

Bagaimana Kisah sebenarnya ?
Saksikanlah …
Drama yang bernuansa Islami kini

____________________________________________________________

BERAWAL DARI KEJADIAN MENARIK YANG BERADA DI SUATU TEMPAT. MISAL DI SEBUAH TAMAN DI POJOK KOTA. KETIKA ITU SI TUKANG SAPU TAMAN SEDANG ASYIK MENYAPU SAMBIL MENIKMATI TARIAN INDIA DENGAN JUDUL MUBARAK. ADA SESUATU YANG JATUH DARI SALAH SEORANG PENARI KETIKA TARIANNYA USAI. LALU IA SEGERA MENGAMBILNYA.

SI TUKANG SAPU
Ada yang jatuh. Barang apa itu. ( mendekati dan mengambilnya ) Ach … coba kulihat apa isinya. Cuma secarik kertas. ( mencoba membaca ) Aku tidak mengerti maksud tulisan ini. Tentang apa ya ?! Jangan – jangan isinya tentang demo buat Pemerintah. Atau tentang … Aduh ! kenapa aku tidak bisa membaca. ( mendekati Si Kutu Buku ) Pak, tahu ngga ?! apa isinya dari tulisan ini ? Tentang DEMO yach !

SI KUTU BUKU
Bukan. Bukan tentang itu.

SI TUKANG SAPU
Bapak jangan bohong ! Kan sebentar lagi mau Pemilu ! Eh … pasti mau Kampanye, iya kan pak. Mau ngajak Rakyat untuk memilih pemimpin dengan cara menyuap.

SI KUTU BUKU
Tulisan pada kertas ini sama sekali tidak membicarakan masalah itu.

SI TUKANG SAPU
Bapak jangan bodohi saya. Mentang – mentang Bapak berdasi, pinter dan banyak uang, lalu mau menipu saya. Rakyat sekarang tidak bisa dibodohi lagi, pak. Meskipun saya ini orang miskin tapi punya prinsip.

SI KUTU BUKU
Buat apa saya membohongimu. Apalagi membodohi, menipu dan sampai menyiksa rakyat sepertimu. Saya orangnya jujur. Jujur dalam perkataan maupun perbuatan. Dan berusaha menyampaikan kebenaran meskipun pahit rasanya. Kamu MUSLIM ?

SI TUKANG SAPU
Muslim ?! Nama saya bukan Muslim. Nama saya Parjo alias panjul.

SI KUTU BUKU
Maksud saya, apakah kamu ini beragama ISLAM ?
SI TUKANG SAPU
Eh… tidak tahu ?! Sebentar, pak. ( mengambil KTP dan menyerahkannya ). Nah… coba bapak lihat. Disini tulisan agama saya apa ?

SI KUTU BUKU
Islam. Sejak kapan beragama Islam ?

SI TUKANG SAPU
Yach ! sejak KTP ini dibuat. Kira – kira sebulan yang lalu. Ketika itu ada Razia dan saya ketangkap karena tidak punya KTP. Maklum dari kampung. Dan sekarang sudah punya. Gratis lagi.

SI KUTU BUKU
Masya Allah. Sudahlah ! Sebaiknya saya akan bacakan tentang isi kertas ini.
( membaca puisi )
Islam agamaku, nomor satu di dunia
Islam benderaku, berkibar dimana – mana
Islam tempat ibadahku, mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya
Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia memandangku
Tempat aku menusuk kanan – kiri
Islam media massaku, gaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam sana – sini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam instansiku, menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk – pikuk tiada tara
Islam bursaku
Islam warungku, hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku, menampilkan karakter – karakter suci
Islam festivalku, memeriahkan hari – hari mati
Islam kausku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa
Tuhan, Islamkah aku ?
( selesai membaca ) Jadi inilah isi dari secarik kertas yang mempunyai kebenaran suci. (baca Surat Ali Imran : 19) yang artinya Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah adalah agama Islam.

SI TUKANG SAPU
Masa semuanya Islam. Islam beginilah, Islam begitulah. Buat apa Islam seperti itu.Yang penting ! Kita cari makan untuk hidup. Hidup ini yang jelas – jelas aja, pak.

SI KUTU BUKU
Nah … karena itulah. Semua kehidupan ini hanya untuk Sang Pencipta. Yang memberikan kita hidup, rizki, pekerjaan dsb. Maka hiduplah dengan cara memeluk agama Islam yang menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Sebagai bukti Kebesaran Agama Islam dapat dilihat dalam kisah KELUARGA PARA SYUHADA. Dan sudah pasti, penonton juga ingin tahu, bagaimana kisahnya ? Ikuti saja cerita berikut ini ?!

‘AMMAR BIN YASIR DUDUK DI SUATU TEMPAT. TAMPAK TENGAH BERPIKIR. SETELAH BEBERAPA DETIK IA BANGKIT DAN SERAYA BERJALAN – JALAN DENGAN GELISAH. TAK LAMA KEMUDIAN MUNCULLAH SAHABATNYA, SHUHAIB AR-RUMI.

‘AMMAR
Selamat datang, sahabatku, teman yang dipertemukan oleh pengasingan lama di Mekkah dan kebingungan yang tak terelakkan menghadapi para pembesar dan orang-orang sombong.

SHUHAIB
Tidak ada kebingungan setelah hari ini. Anda tidak akan gelisah lagi, ‘Ammar. Apa kau tidak tahu tentang berita hari ini ?

‘AMMAR
Tunggu Shuhaib, sebentar. Aku sedang memikirkan berita baru dan aku ingin pergi ke Darul Arqam agar kebingungan dan kecemasanku hilang.

SHUHAIB
Aku tiba di waktu yang tepat. Jadi kita akan pergi bersama dan menemui pembawa dakwah dan membuang kebingungan tanpa kembali lagi, Insya Allah.

‘AMMAR
Menurutmu apakah yang kita lakukan di sana, dihadapan Muhammad, Wahai Shuhaib ?

SHUHAIB
Kita akan mendengar ucapan Muhammad dan mengetahui sebagian dari Al-Quran yang dibacanya dan diturunkan kepadanya. Sungguh aku merasa dadaku menjadi tenang.

‘AMMAR
Sama sepertimu. Sebaiknya kita segera pergi bergabung dengan gerbong pembawa petunjuk.

SHUHAIB
Tetapi … Apakah kamu yakin kita mampu membawa apa yang diserukan Muhammad dalam risalahnya ?

‘AMMAR
Pasti yang kamu maksud adalah apa yang akan kita hadapi dari para tiran negeri ini. Mereka akan menyiksa kita tanpa henti, terlebih BANI MAKHZUM. Mereka akan menimpakan padaku siksa yang paling keras. Meskipun demikian, hari ini aku tidak akan kembali sebelum melihat Muhammad dan mendengar ucapannya. Apabila aku telah beriman, tidak penting bagiku apa yang mereka perbuat padaku. Cukuplah mereka menghina kami sebelumnya.

SHUHAIB
Baik, kita sepakat. Kalau begitu mari kita pergi tanpa minta ijin kepada seorangpun. Mari !

YASIR DAN SUMAYYAH, ORANGTUA ‘AMMAR SEDANG DUDUK SANTAI SAMBIL MENANTI KEPULANGAN ‘AMMAR, PUTRA KESAYANGANNYA. DIA KEMBALI SAMBIL TERTAWA BAHAGIA… KEDUANYA MELIHAT ‘AMMAR.

‘AMMAR
Salam untuk ayah, salam untuk ibu. (lalu keduanya menjawab salam). Hari ini aku datang dari manusia dan Nabi terbaik, Muhammad SAW.

YASIR
Apa yang kamu lakukan di sisinya, anakku ? Cepat beritahu kami.

‘AMMAR
Aku mendengar darinya ucapan yang bukan ucapan manusia. Maka aku yakin, Allah telah mengijinkan cahaya itu menyebar dan keselamatan meliputi bumi.

YASIR
Apakah yang kamu maksud, kita akan keluar dari ketidakberdayaan kita, anakku ?

‘AMMAR
Risalah Islam, ayah, tidak menerima perendahan martabat dan kesombongan.

SUMAYYAH
Demi Allah, kamu membuat kami bahagia, anakku. Apa yang dimaui Rasul Mulia ini dari kita sehingga kita mengikuti dakwahnya ?

‘AMMAR
Ia meminta kita bersaksi atas ke-Esaan Allah dan membenarkan bahwa Allah telah mengutusnya sebagai Nabi dan Rasul. Betapa aku rindu mendengarkan Syahadat dari kalian berdua.

YASIR dan SUMAYYAH
Asyhadu an Laa Ilaaha Illallaah Wahdahuu Laa Syarikalah. Wa Asyhadu anna Muhammadan Abduhuu wa Rasulullah.

YASIR
Apakah kamu hafal sebagian kalam yang kau dengar darinya ?

‘AMMAR
Aku hafal apa yang kubisa. Aku berharap tetap tinggal agar bisa menghafal lebih banyak. Tapi aku sangat mengharapmu masuk Islam dan berharap Allah menerangi hati ayah dan ibuku. Harapanku kini terkabulkan. Segala puji dan syukur untuk Allah.

SUMAYYAH
Kemari. Beritahu kami sebagian dari yang kamu hafal, anakku. Aku sungguh rindu untuk mengetahui lebih banyak tentang agama ini.

‘AMMAR
( memandang ke langit dan mulai berdoa dengan khusyuk membaca Surat Al Fatihah )

YASIR
Alangkah indahnya Kalam ini. Alangkah sejuknya ? Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan, Tuhanku.

SUMAYYAH
( tengadah ke Langit ) Ya Allah, Tuhanku, tunjukkan kami jalan untuk mensykuri-Mu dan beribadah kepada-Mu.

‘AMMAR
Ibunda, Rasulullah telah menunjukkan kita bagaimana memuji dan bersyukur kepada Allah. Yaitu dengan cara berjalan diatas petunjuk-Nya dan shalat untuk Allah Semata. Aku tahu dari Rasulullah yang agung, bagaimana kita shalat dan bersuci dari kotoran jahiliyah.

YASIR
‘Ammar, beritahu kami lagi, semoga Allah memberkahimu. Kita akan menjadi keluarga pertama di Mekkah yang menganut agama yang benar secara sempurna dan penduduknya mengikuti dakwah Muhammad Rasulullah. Ajari kami, ananda. Ajari kami bagaimana shalat ?

‘AMMAR
Hari ini aku tidak akan tidur hingga memberikan khidmah ini kepada kalian, Insya Allah. Dan perasaanku sangat senang melakukan semua ini, Alhamdulillah. Aku memohon semoga Allah mengislamkan banyak orang melalui tanganku.

YASIR
‘Ammar, mulai sekarang, aku ingin mengajak orang lain. Tetapi katakan kepadaku, berapa jumlah kaum Mukminin sekarang ?

‘AMMAR
Masih sedikit, ayahnda. Kebenaran itu sulit pada awalnya, tidak diterima manusia dengan mudah, meskipun Muhammad yang menyerunya dikenal di kalangan masyarakat dengan kejujuran, keikhlasan dan kebenaran pandangannya.

YASIR
Kita akan mengajak orang lain. Aku, kamu dan ibumu. Kita akan berdakwah dan tidak pernah takut kepada seorangpun selain Allah. Dan Insya Allah kita akan termasuk orang-orang yang menyampaikan risalah-Nya. Kami memohon kepada Allah untuk menguatkan tekad kami dan memudahkan urusan kami.

MASYARAKAT
Keluarga Yasir telah beriman…
Kita tidak akan mengijinkan…
Mereka telah murtad…
Masuk agama Islam tanpa ijin…

ABU JAHAL
Seandainya aku itu kamu, tidak kuijinkan mereka berbuat demikian. Mereka telah berani lebih dari yang kita perkirakan. Mereka berdakwah terhadap orang lain kepada agama baru mereka.

KETUA SUKU
Aku adalah pemimpin BANI MAKHZUM. Dan mereka akan tahu apa yang akan kulakukan pada mereka. Aku tidak akan membiarkan mereka, wahai ABUL HAKAM. Aku tidak akan membiarkan mereka mengikuti jalan baru ini, sumpah demi Lata dan Uzza.

ABU JAHAL
Kami tidak ingin sumpah. Tunjukkan tindakanmu. Kumpulkan mereka sekarang dan aku ikut menyiksa mereka sepedih mungkin.

KETUA SUKU
Aku berjanji dan sekarang kau akan melihatnya. ( ia keluar )

ABU JAHAL
Aku senantiasa mengintai. Sesungguhnya aku berada di belakang Muhammad dan para pengikutnya. ( ia tertawa, membanggakan diri penuh kesombongan dan berbicara sendiri )
Mereka mengira diri mereka menguasai dunia. Aib bagiku sekiranya tetap tenang sedangkan seorang pengikut Muhammad mengumumkan keluar dari agama kita.
Aduh… seandainya saja keluarga Hasyim membantuku, sehingga kita membuang tubuh Muhammad ke jalan, agar menjadi pelajaran setiap Nabi yang membawa kesesatan ini sesudahnya. Aduh… seandainya saja aku menangkapnya sendiri.

SUARA GADUH DAN SUARA AMMAR MENERIAKKAN SYAHADAT, SEDANGKAN YASIR YANG RENTA DAN ISTRINYA TERIKAT DENGAN TALI YANG KUAT. SUAMI ISTRI ITU MASUK PANGGUNG DISERTAI PUKULAN MEMBABI BUTA, DIIKUTI OLEH PEMIMPIN BANI MAKHZUM DAN SEJUMLAH PENGIKUT DAN PEMBANTUNYA MENGELILINGI AMMAR YANG SEDANG BERTERIAK DAN MENGUMANDANGKAN KALIMAT TAUHID.

KETUA SUKU
Hentikan anak kecil ini (menunjuk ke ‘AMMAR). Letakkan dia ke pojok (menoleh ke Yasir). Mari kita mulai pesta indah kita dengan si tua renta.

‘AMMAR
Celaka kau, kasihanilah ayahku yang tua renta. Siksa aku sepuasmu sebagai gantinya. Biarkan ayah dan ibuku…

KETUA SUKU
(menampar ‘AMMAR) Diam… masing-masing kalian mendapat bagian.

‘AMMAR
Kalian hanya punya senjata kekerasan. Datangkan kepada kami, agama yang lebih baik dari agama Muhammad. Beri kami, apa yang diberi Muhammad kepada kami. Sesungguhnya kami hanya melihat sepanjang hidup kalian hanya melakukan penghinaan dan kesombongan.

ABU JAHAL
Jangan jawab dia. Semangatnya sedang berkobar dan memimpikan KAUTSAR. ( ia tertawa buruk sekali ) Kami akan memperlihatkan mimpi-mimpi Muhammad dan mereka tidak akan melupakannya selama hidup dan setelah mati. (menoleh ke Yasir) Mendekatlah kemari, hai orang tua laknat. Kencangkan ikatannya. (mereka melaksanakan).

YASIR
Aduh … aku memohon rahmat-Mu, Tuhan. Laa Ilaaha Illallaah.

ABU JAHAL
Allah tidak akan menyelamatkanmu. Muhammad jauh darimu sekarang.

YASIR
Ya Allah, tolonglah agama Rasul-Mu dan tetapkanlah kami kepada kebenaran, wahai Tuhanku. Dimana Muhammad sekarang ? Dimana dia, kekasih dan Rasulku ?

SUMAYYAH
Kita hanya bisa bersabar, suamiku. Apapun yang mereka lakukan pada kita. Kita orang-orang Muslim, Alhamdulillah. Dan kita akan mati karena iman kita.

YASIR
Sungguh aku mencium aroma Cahaya. Sungguh aku mendengar suara Muhammad. ( YASIR merintih kesakitan karena ikatannya diperkuat ) Aduh… Ach… pergelanganku hampir remuk… aduh…sakit….

SUARA
Bahagialah, Keluarga Yasir. Bahagialah, Keluarga Yasir. Janji untuk kalian adalah surga.

SUMAYYAH
( suara tinggi ) Itu Rasulullah… Kabar gembiramu, ya Rasulullah… Kabar gembiramu, kami dijanjikan surga bersamamu.

ABU JAHAL
( membungkam dengan makanan ) Ini dari Muhammad…Ambil…!

SUMAYYAH
( meludah ) Neraka WAIL untukmu, wahai musuh -musuh Allah.

YASIR
Lakukan sesukamu hai, ABU JAHAL. Lakukan sesuka kalian, hai BANI MAKHZUM. Apabila harus mati, maka mati bersama Muhammad dan diatas agama Muhammad itu lebih baik dari pada hidup di tengah kehinaan dan kerendahan bersama orang-orang sombong.

ABU JAHAL
( meneyepak YASIR dan menamparnya ) Ikat dia kuat-kuat semampumu. Ikat kakinya, kuatkan ikatan lehernya . Akan aku perlihatkan padanya bagaimana ia memanggilku ABU JAHAL. ( mereka melaksanakannya dan ABU JAHAL berteriak marah ) Ikat lehernya lebih kuat ! ( kemudian YASIR mati )

ABU JAHAL
Biarkan si tua renta ini masuk surga Muhammad jika mau… Lemparkan dia ke jalan.

SUMAYYAH
Rahmat Allah untukmu, suamiku ( menangis ). Aku telah hidup bersamamu sepanjang hidup…tidak ada kehidupan kecuali bersamamu…Tunggulah aku…Tunggulah aku, wahai suamiku.

ABU JAHAL
Kamu ingin menyusulnya, Sumayyah ? Dengan senang hati. Kita semua berkhidmat kepadamu, Sumayyah. Kami ingin berkhidmah seperti ini sejak lama. Beri aku pedang !

SUMAYYAH
Apakah kamu mengira pedang menakuti nyawaku yang merindukan YASIR, Suamiku ?

‘AMMAR
Sabarlah, Ibunda. Apabila Ayahnda Syahid pertama di dalam Islam, maka jadilah….( KETUA SUKU memukulnya ) Ach… Sabarlah… Ibunda….

ABU JAHAL
Tutup mulut si lancang ini… Ikat mulutnya… ( ia menoleh lagi ke SUMAYYAH ) Sekarang lihatlah, SUMAYYAH ! Lihat pedang ini ! Dengan sekali tusuk kau langsung mati. Apakah kamu senang dgn ini ?
Sekarang susullah YASIR… ( ia menusuknya )

SUMAYYAH
( menjerit dan darah mengalir dari dadanya )
Ah…Alhamdulillah… Asyhadu An Laa Ilaaha Illallaah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullaah.

KETUA SUKU
Aku sendiri yang akan membunuh AMMAR. Apakah kamu ingin menyusul dua orang tuamu ke surg abadi…ha…ha…ha…Tertawalah bersamaku….ke surga yang luasnya seperti langit dan bumi. Beri aku tempat berisi air dan bawa kemari. Cepat !

ABU JAHAL
Indah nian apa yang akan kamu lihat, hai BANI MAKHZUM. Ia akan mati tercekik di dalam air sebagaimana bapaknya mati tercekik tali.

TIGA ORANG MASUK MEMBAWA WADAH BESAR YANG BERISI AIR LALU YANG LAINNYA MENDEKATI DAN MEMEGANGI AMMAR

KETUA SUKU
( ia mendekat ) Benamkan kepalanya ke dalam air…Angkat…Benamkan…Angkat…!

‘AMMAR
Benamkan kepalaku sesukamu, tetapi Allah tetap Esa tiada sekutu bagi-Nya. ( mereka membenamkan berulang kali dengan waktu yang lama )

KETUA SUKU
Sekarang, apakah Allah tetap Esa, Ammar ?

‘AMMAR
Laa Ilaaha Illallaah….Laa Ilaaha Illallaah… Allah tetap Esa. ( mereka mengulangi lagi sehingga ‘AMMAR hampir tidak bisa bernafas ).

ABU JAHAL
‘AMMAR, sebutlah Muhammad dengan keburukan dan sebutlah tuhan-tuhan kami dengan kebaikan. Niscaya kami membiarkanmu selamat.

‘AMMAR
Muhammad junjunganku dan Rasulku. Dia orang terbaik.

KETUA SUKU
Benamkan lagi…Angkat….

‘AMMAR
Muhammad adalah Rasul dan aku tidak akan menyebutnya dengan keburukan selamanya.
ABU JAHAL
Biarkan ia merasa tercekik, tambah waktunya…Benamkan….Angkat….!

SUARA
Tunggu ! AMMAR …engkau juga termasuk para Syuhada’…engkau melengkapi keluargamu akan menjadi keluarga Syuhada’, sebagaimana engkau
telah menyempurnakan Iman dan Islam.
( bacaan Surat Al Ahzab : 23 )

ABU JAHAL
Suara itu lagi ! Ayo…tinggalkan AMMAR. Biarkan dia mati membusuk disini. ( mereka semua pergi meninggalkannya ).

SEMUA ADEGAN INI DITUTUP DENGAN TARIAN INDIA YANG BERJUDUL YAA HABIBI.

ENDING

Koleksi : teater_gress@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: