Arsip untuk ‘Dubbing’ Kategori

PERJANJIAN DUBBER JTV

Juni 11, 2008

SURAT PERJANJIAN ( Edisi ke 3 )

Pada hari ini Minggu tanggal Tiga Belas bulan Januari tahun Dua Ribu Delapan, kami yang masing – masing bertanda tangan dibawah ini :

1. MUHAMMAD ABDUH ABBAS : Produser Dubbing, bertindak untuk dan atas
nama PT. Jawa Pos Media Televisi (JTV)
yang berkedudukan di Gedung JTV Komp.
Graha Pena Jalan Ahmad Yani No 88
Surabaya, yang selanjutnya disebut PIHAK
PERTAMA.

2. NAMA-NAMA DUBBER ( terlampir ) : Freelance Dubber Boso Suroboyoan, bertindak
untuk dan atas nama sendiri, alamat terlampir,
yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak sepakat membuat perjanjian yang saling mengikat, yang selanjutnya diatur dalam pasal – pasal dibawah ini :

PASAL I
Ruang Lingkup

1. PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA sebagai Pekerja Lepas (Freelance) untuk melakukan pekerjaan pengisian suara dimana PIHAK KEDUA setuju, menerima, dan bersedia melaksanakan pekerjaan tersebut sampai selesai dan dapat diterima sebagai bahan siaran stasiun TV Lokal JTV untuk :
1.1. Jenis Film : Hollywood & Bollywood
1.2. Durasi : Mengikuti durasi film
1.3. Dalam Bahasa : Suroboyoan / Jawa Timuran
1.4. Sebagai Peran : Disesuaikan dengan kebutuhan cerita dengan proses casting,
yang diatur dan disetujui kedua belah pihak. Hal ini
merupakan bagian dari Surat Perjanjian ini.
-selanjutnya disebut Pekerjaan.

2. Apabila PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pengisian suara pada judul film yang tertera pada Pasal I, kedua belah pihak dapat memperpanjang atau menghentikan perjanjian ini untuk pekerjaan dubbing film selanjutnya.

PASAL II
Jangka Waktu

1. Perjanjian Kerja ini berlaku untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak tanggal 13 Januari 2008 sampai dengan tanggal 13 Januari 2009.
2. Selama jangka waktu tersebut PIHAK PERTAMA berhak memutuskan secara sepihak Perjanjian ini sesuai hasil evaluasi PIHAK PERTAMA.
3. PIHAK KEDUA selama berlakunya ikatan perjanjian kerja ini, tidak dibenarkan mengadakan ikatan kerja sebagai Dubber pada perusahaan lain. Pelanggaran terhadap Pasal ini, berakibat diputuskannya ikatan perjanjian kerja antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA :
3.1. Berhak menerima upah pekerjaan yang besarnya sesuai dengan pekerjaan terakhir.
3.2. Wajib membayar ganti rugi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

PASAL III
Jam Kerja

1. PIHAK KEDUA setuju, menerima dan bersedia mematuhi jadwal kerja produksi, jam kerja dan peraturan tata tertib perusahaan yang diatur oleh PIHAK PERTAMA dalam rangka pelaksanaan Pekerjaan tersebut sebagai berikut :
1.1. Jam kerja, yang ditentukan dalam shift kerja :
- Shift Pertama jam 08.00 – 16.00 Istirahat 1 jam
- Shift Kedua jam 16.00 – 24.00 Istirahat 1 jam
- Shift Ketiga jam 24.00 – 08.00 Istirahat 1 jam
1.2. Hari kerja : 6 hari kerja ( Hari Minggu masuk jika sangat diperlukan )
1.3. Jadwal kerja yang dibuat oleh PD ( Pengarah Dialog ), untuk tiap – tiap produksi
dubbing.
2. Apabila PIHAK KEDUA tidak mematuhi jam kerja seperti yang tercantum pada Pasal III ayat 1, yang mengakibatkan pekerjaan dubbing tidak lancar / terhenti, dan PIHAK KEDUA telah ditegur baik secara persuasif maupun diberikan surat peringatan oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA setuju perannya digantikan oleh dubber lain yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA. Dengan demikian perjanjian kerja antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA, menjadi berakhir dan PIHAK KEDUA hanya menerima upah yang besarnya sesuai dengan pekerjaan terakhir.

PASAL IV
Upah Kerja

1. PIHAK KEDUA setuju dan bersedia menerima upah kerja yang besarnya diatur dan ditentukan oleh PIHAK PERTAMA dan persetujuan mengenai upah kerja ini serta peraturan administrasinya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari surat perjanjian ini.
2. Cara pembayaran upah kerja :
2.1. Pembayaran upah kerja dibayarkan setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 10
bulan berikutnya dengan cara di transfer ke rekening bank yang ditunjuk atau
diberikan langsung kepada PIHAK PERTAMA.
2.2. Pembayaran upah kerja dibayarkan bedasarkan jumlah judul film yang diselesaikan pengisian suaranya setelah melalui proses mixing selama masa kerja
per 30 hari kerja.

PASAL V
Double Casting

PIHAK KEDUA diperbolehkan mengisi suara ( dubbing ) untuk :
1. Double Casting atau mengisi suara untuk dua peran atau lebih pada satu judul film.
2. Mengisi suara lebih dari satu judul film lepas atau serial melalui casting peran.
Namun PIHAK KEDUA tetap tunduk dan mematuhi pasal – pasal yang telah diatur dalam perjanjian ini.

PASAL VI
Dubbing Ulang (Retake)

PIHAK KEDUA setuju, menerima dan bersedia sewaktu – waktu melaksanakan pekerjaan pengisian ulang ( Retake ) sesuai peran atas permintaan PIHAK PERTAMA, karena pengisian suara oleh PIHAK KEDUA tidak layak siar. Pekerjaan pengisian suara ulang dimaksud tidak mendapat upah kerja. dan PIHAK KEDUA tetap mematuhi sebagaimana diatur pada Pasal II ayat 1.

PASAL VII
Hasil Produksi

Hasil produksi sesuai dengan yang tercantum dalam Pasal I menjadi hak milik penuh PIHAK PERTAMA dengan tidak mengurangi hak PIHAK KEDUA untuk dicantumkan namanya dalam credit title sebagai pengisi suara.

PASAL VIII
Tata Tertib dan Displin Kerja

1. PIHAK KEDUA wajib patuh dan taat kepada :
1.1. Peraturan Perusahaan.
1.2. Ketentuan Manajemen Perusahaan.
1.3. Perintah yang layak dan tidak melanggar hukum dari Kepala Bagiannya dan/atau
yang mewakili.
1.4. Ketentuan hukum dan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
2. PIHAK KEDUA berkewajiban menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan
yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.
3. Apabila PIHAK KEDUA tidak masuk kerja karena sebab apapun wajib memberitahukan
Kepala Bagiannya dan/atau yang mewakili.
4. PIHAK KEDUA juga dilarang keras :
4.1. Dengan alasan apapun dan hingga kapanpun, membuka rahasia dan/atau kebijakan (policy) pimpinan, rahasia dan/atau kebijakan (policy) Perusahaan dan/atau rahasia jabatan siapa pun dalam Perusahaan
4.2. Melakukan kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung bersangkutan dengan bidang usaha Perusahaan, untuk kepentingan pribadi dan/atau untuk orang/pihak lain tanpa ijin tertulis dari Direksi.
4.3. Melakukan perbuatan selain yang sudah disebutkan di atas yang tergolong asusila dilingkungan Perusahaan, melanggar Peraturan Perusahaan, melanggar ketertiban umum dan Peraturan Perundang – Undangan yang berlaku.

PASAL IX
Force Majeure

Jika karena sesuatu hal yang berada di luar kemampuan kedua belah pihak terjadi gangguan sehingga menyebabkan gagalnya atau gugurnya pasal – pasal dalam perjanjian ini, maka kedua belah pihak sepakat memasukkannya ke dalam kategori force majeure, yang akan diselesaikan secara kekeluargaan.

PASAL IX
Perselisihan

Apabila terjadi sengketa selama Perjanjian Kerja ini berlaku, PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah. Dalam hal penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk memilih domisili hukum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Surabaya.

PASAL X
Lain-lain

1. Untuk kelancaran kerja seperti yang telah diatur dalam surat perjanjian ini PIHAK KEDUA wajib :
1.1. Memberitahu kepada PIHAK PERTAMA apabila ada perubahan alamat rumah / tempat tinggal / nomor telphone / handphone;
1.2. Mematuhi dengan sungguh – sungguh dan penuh kesadaran semua kewajiban yang menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA demi kepentingan kedua belah pihak sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
2. Hal – hal yang belum diatur atau tidak tercantum dalam perjanjian ini akan diatur dalam surat keputusan tersendiri.

Demikianlah surat perjanjian ini kami buat dengan sebenarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, tanpa tekanan dari pihak manapun atas persetujuan kedua belah pihak dengan dibubuhi materai secukupnya.

Surabaya, 13 Januari 2008

PIHAK PERTAMA

( MUHAMMAD ABDUH ABBAS )
Produser Dubbing

DATA DUBBER GRESS

Juni 11, 2008

Pada bulan Desember 2006 telah diumumkan di media Jawa Post selama 3 kali pemuatan iklan untuk pencarian dubber yang lekoh Boso Suroboyoan.Ternyata para calon dubber dari wilayah Jawa Timur yang ikut audisi penerimaan karyawan dubber JTV sekitar 500 orang pelamar. Tapi kini yang diterima cuma 60 orang dubber sebagai pekerja Freelance di JTV.

DATA DUBBER BOSO SUROBOYOAN – JTV
Periode 01 Januari – 30 Juni 2007

NO NAMA P / W PEKERJAAN KARAKTER TELEPHON
01 Achmad Fadly P Wiraswasta Enteng 081553644999 / 0313954388
02 Achmad Jazil A. P Penyiar Radio Muda 08175296829 / 0321322772
03 Achmad Prihadi P Internal Auditor Muda Bass 0811346569 / 03170016832
04 Agnes Febrina W Marketing Muda Bass 0817300323 / 03172745241
05 Agus Purnomo P Guru Teater Enteng 08175075198 / 0315358118
06 Andhika Mardiansyah P Mahasiswa Enteng 085648611102 / 0318941008
07 Atin Dewi Masyitoh W Penyiar Radio Muda Bass 085648518799 / 0318927772
08 Budiaria P Wiraswasta Muda 08183233622 / 0318536512
09 Diah Sesulih W Ibu Rumah Tangga Tua Bass 081553851400
10 Dian Kartika Sari W Mahasiswi Muda 08563668343 / 0317347650
11 Dian Suprayitno P Sales Enteng Bass 03160511169
12 Dora Murbiandhini W Ibu Rumah Tangga Enteng 03171917717 / 0318950863
13 Dwi Widya Ningtyas W Ibu Rumah Tangga Enteng 03170086928 / 0318286812
14 Eko Junaedi P Psikolog R. Sakit Enteng Tua 081330636917
15 Eipam Puji Widiasih W Siswi Muda 081331679585 / 03160243839
16 Faruq Abdillah P Wiraswasta Muda 085230014019 / 03170444558
17 Heppy Rina M. W Bidan Muda Bass 085232747718 / 03171298114
18 I Nyoman Darmadi P Mahasiswa Muda 081330585152 / 0313710527
19 Indah Ayu W Marketing Muda 03170279207
20 Inge Permana W Wiraswasta Enteng 08155156688 / 0318921026
21 Istat Atim Qodori P Wiraswasta Muda Bass 081803222806 / 08883708930
22 Iwan Syahrully P Wiraswasta Muda 0318687007(4813) 085655329948
23 Lilik S. W Swasta Muda 081703518999 / 08170870138
24 M. Syahronny R. P Perawat Muda 085648048174 / 0313895213
25 Maseka Mayang W Siswi Muda 085648322998 / 0317883587
26 Muh. Munif P Dosen Tua Bass 085850435042
27 Murni Asih W Penyiar Radio Tua Bass 085650485702 / 085850034015
28 Moch. Lutfi P Advertising Muda 03160601293 / 0318714072
29 Nur Azizah W Sales Executive Muda Bass 03171476383 / 0313734081
30 Nur H. Oktaviani W Siswi Muda 081331516178 / 03172020413
31 Oniek Lestari W Siswi Muda Bass 085649132353 / 03172162315
32 Peni Aqurina W Telle Marketing Muda 081331344039 / 0315632357
33 Shera Lisandi Arif W Siswi Muda 085648740606
34 Sri Wulan W Mahasiswi Muda 085615029020 / 0313734081
35 Sugianto P Marketing Enteng 085648452386 / 03172466545
36 Sukarno Hadiwijoyo P Wiraswasta Muda Bass 08563075117 / 03171036120
37 Trisno Taurus P Guru Teater Enteng Tua 03171306481
38 Utami Dyah Susanti W Guru Inggris Muda 08563241132
39 Vieqi Rakhma Wulan W Mahasiswi Muda 03170311913 / 0315037349
40 Vidi Arif Imam S. P Wiraswasta Muda Bass 081331780071
41 Whepi Frendiati W Mahasiswi Muda 085649053144 / 03172673674
42 Widiatiarani R. W Mahasiswi Muda 08175251113 / 03172049048
43 Wiwin Yuniawati W Swasta Muda 08123207094 / 0315481989
44 Yan Rindardi P Penyiar radio Muda Bass 081357202899
45 Yudanarti Wasudi W Design Interior Muda Bass 08123038121 / 03171800189
46 Zuhriyah Antania W Mahasiswi Muda 03160215616 / 0313974506

DATA DUBBER BOSO SUROBOYOAN – JTV
Periode 01 Juli – 31 Desember 2007

NO NAMA P / W PEKERJAAN KARAKTER TELEPHON
01 Achmad Jazil A. P Penyiar Radio Muda 08175296829 / 0321322772
02 Agnes Febrina W Marketing Muda Bass 0817300323 / 03172745241
03 Agus Purnomo P Guru Teater Enteng 08175075198 / 0315358118
04 Andhika Mardiansyah P Mahasiswa Enteng 085648611102 / 0318941008
05 Atin Dewi Masyitoh W Penyiar Radio Muda Bass 085648518799 / 0318927772
06 Dian Suprayitno P Sales Enteng Bass 03160511169
07 Dora Murbiandhini W Ibu Rumah Tangga Enteng 03171917717 / 0318950863
08 Istat Atim Qodori P Wiraswasta Muda Bass 081803222806 / 08883708930
09 Iwan Syahrully P Wiraswasta Muda 0318687007(4813) 085655329948
10 M. Syahronny R. P Perawat Muda 085648048174 / 0313895213
11 Muh. Munif P Dosen Tua Bass 085850435042
12 Moch. Lutfi P Advertising Muda 03160601293 / 0318714072
13 Peni Aqurina W Telle Marketing Muda 081331344039 / 0315632357
14 Sugianto P Marketing Enteng 085648452386 / 03172466545
15 Sukarno Hadiwijoyo P Wiraswasta Muda Bass 08563075117 / 03171036120
16 Vieqi Rakhma Wulan W Mahasiswi Muda 03170311913 / 0315037349
17 Whepi Frendiati W Mahasiswi Muda 085649053144 / 03172673674
18 Yan Rindardi P Penyiar radio Muda Bass 081357202899
19 Yudanarti Wasudi W Design Interior Muda Bass 08123038121 / 03171800189
20 Zuhriyah Antania W Mahasiswi Muda 03160215616 / 0313974506

DATA DUBBER BOSO SUROBOYOAN – JTV
Periode 01 Januari – 30 Juni 2008

NO NAMA P / W PEKERJAAN KARAKTER TELEPHON
01 Achmad Jazil A. P Penyiar Radio Muda 08175296829 / 0321321422
02 Agnes Febrina W Marketing Muda Bass 0817300323 / 03172745241
03 Andhika Mardiansyah P Mahasiswa Enteng 085648611102 / 0318941008
04 Atin Dewi Masyitoh W Penyiar Radio Muda Bass 085648518799 / 0318927772
05 Dian Suprayitno P Sales Enteng Bass 03160511169
06 Dora Murbiandhini W Ibu Rumah Tangga Enteng 03171917717 / 0318950863
07 Iwan Syahrully P Wiraswasta Muda 0318687007(4813) 085655329948
08 Murni Asih W Penyiar Radio Tua Bass 085650485702 / 085850034015
09 Moch. Lutfi P Advertising Muda 03160601293 / 0318714072
10 Sugianto P Marketing Enteng 085648452386 / 03172466545
11 Sukarno Hadiwijoyo P Wiraswasta Muda Bass 08563075117 / 03171036120
12 Vieqi Rakhma Wulan W Mahasiswi Muda 03170311913 / 0315037349
13 Whepi Frendiati W Mahasiswi Muda 085649053144 / 03172673674
14 Yan Rindardi P Penyiar Radio Muda Bass 081357202899
15 Yudanarti Wasudi W Design Interior Muda Bass 08123038121 / 03171800189
16 Zuhriyah Antania W Mahasiswi Muda 03172755409 / 0313974506 / 08563184870
17 Agus Mifbach P Wiraswasta Muda 0318670189 / 085646094428
18 Agus Surya B. P Wiraswasta Muda 0313890117 / 085257578673
19 Arik Wijayati W Siswa Enteng 085645978737 / 03172453087
20 Ariesta P Mahasiswa Enteng 085648974889 / 085648233026
21 Dedy Wicaksono P Mahasiswa Muda 08175209136 / 0313815575
22 Faizah W Mahasiswi Muda Bass 081703022290 / 0313716344 / 03160212075
23 Fauzan P Wiraswasta Muda Bass 08123262726 / 0313813352
24 Fruverina Agnes W Mahasiswi Muda Enteng 085730322100 / 03171841499 / 031-60481167
25 Moch. Rifan P Wiraswasta Muda Enteng 0315999226 / 03170408760
26 Noenoek Tri A. W Ibu Rumah Tangga Muda Bass 08121739624
27 Novita Amalia W Mahasiswi Muda 085645330030 / 03160535606
28 Nur Sholichah W Karyawan Salon Muda 085648109495
29 Oki Nugroho A. P Wiraswasta Muda Bass 03177003395 / 0315632383
30 Puji Lestari W Administrasi Muda 085230999981 / 0318533422

INSERT :
01. Bekerjalah dengan disiplin.
02. Olah kemampuan dubbing tanpa henti.
03. Santun dalam bertindak.
04. Otak dubber harus cemerlang & pintar.
05. Suara penuh eksplorasi karakter.
06. Upayakan komunikasi yang baik.
07. Rasa persaudaraan harus dibina.
08. Ornamen studio penuh kreasi.
09. Berpikirlah secara positif terhadap casting
10. Organisasi dunia dubbing tetap terjaga.
11. Yaitu GRESS = Gaunge aREk Sulih Swara.
12. Omongo boso suroboyo sing lekoh.

Produser Divisi Dubbing – JTV
MUH. ABDUH ABBAS
031-8202068 / 0813-32525795 / 0812-9333546

SEJARAH DUBBING JTV

Juni 11, 2008

SEJARAH DUBBING FILM JTV

JTV yang merupakan singkatan dari Jawa Televisi, adalah stasiun televisi swasta di Kota Surabaya, Jawa Timur. JTV adalah televisi swasta regional pertama di Indonesia. Jangkauan JTV meliputi hampir seluruh provinsi Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah.

Beberapa acara JTV (termasuk acara berita, dialog, dan sinetron) disajikan dalam Bahasa Jawa Dialek Surabaya (Boso Suroboyoan), bahkan sejumlah film asing pun di-dubbing ke dalam Boso Suroboyoan. Diantara program acara JTV adalah Pojok Kampung, Pojok Medhureh (berita dalam Bahasa Madura), dan Pojok Kulonan (berita dalam Bahasa Jawa Tengahan).

Stasiun televisi ini dimiliki oleh Jawa Pos Grup, yang juga memiliki afiliasi surat kabar dan stasiun televisi di Indonesia.

Ketika Film-Film Asing Di-dubbing Pakai Bahasa Suroboyoan :)
Hairul Anas Suaidi [sma1pamekasan]

Thu, 22 Dec 2005 01:48:34 -0800
Intermezzo Pak Kyai..
Buat yang ngaku “Arek”
*Ketika Film-Film Asing Di-dubbing Pakai Bahasa Suroboyoan
*Yang Ngisi Suara Pun Tak Bisa Menahan Tawa

Mulai Mei nanti, JTV punya program baru. Namanya Film-Film Asing Boso Suroboyoan. Sesuai namanya, program ini menayangkan film-film luar negeri. Hanya saja, film-film itu disulih suarakan (dubbing) dengan bahasa Soroboyoan.
———————–
Bayangkan, suatu saat nanti Anda menonton Tomorrow Never Dies-nya James Bond. Bayangkan pula agen rahasia itu bekejar-kejaran seru dengan para penjahat dengan memakai BMW silver metalik. Dalam kejar-kejaran itu, Bond minta musuhnya untuk menyerah. “Mandego koen! Lugurno pistolmu! (Berhenti! Jatuhkan senjata! , Red),” kata agen ganteng itu memakai bahasa Suroboyoan yang medok. Sepintas mungkin terdengar lucu. Ada orang bule asli kok ngoceh memakai bahasa Jawa.

Tetapi, konsep itulah yang ditawarkan JTV lewat program Film-Film Asing Boso Suroboyoan-nya. Program ini akan mulai tayang pada Mei nanti. Saat ini, sudah ada dua serial dan sepuluh film lepas yang siap tayang. Dua serial itu adalah Love Talks dan Swordman.

Love Talks adalah film drama dengan setting kisah cinta profesional muda di Shanghai. Sedangkan Swordman berkisah tentang jagoan pedang di Tiongkok. Lalu ada film lepas Tunnel Vision, film action tentang seorang polisi Amerika.Tentu saja ada kesan sangat kocak yang muncul saat film itu disulihsuara dengan bahasa Suroboyo. Pada Love Talks, misalnya. Dalam satu adegan, sang pemeran utama wanita tampak tidur dengan pulas. Sementara, sahabat prianya dengan gemas mencoba membangunkan wanita itu. “Hoi, tangio koen. Wis telat iki. Cepetan, iki jange ono acara iki (Hai, bangun. Ini sudah terlambat. Cepat, ini mau ada acara, Red),” kata pria berambut merah itu. Karena bangun dengan tergesa-gesa, handphone si wanita itu ketinggalan.
Di tengah jalan, dia pinjam HP milik seorang jejaka keren. “Nyilih handphone-mu dhisik,” katanya. Si pria yang terbengong hanya bisa bilang, “Hei, balekno handphone-ku,” teriaknya. Insiden inilah yang akhirnya menimbulkan kisah cinta di antara dua orang itu.

Dialog-dialog khas Suroboyoan itu tampaknya memang menjadi ciri khas kuat film-film itu. Buktinya, sejak proses dubbing, film-film tersebut sudah menyedot perhatian. Ini diungkapkan oleh Presiden Direktur JTV Imawan Mashuri. “Itu adalah sesuatu yang baru, lucu dan menyenangkan,” katanya. Dalam istilah Imawan, film boso Suroboyoan itu mampu membangkitkan kembali kegairahan dalam bekerja. Ini dirasakan terutama oleh para dubber yang mengisi suara mulai Februari lalu. “Saat menyelesaikan satu sequence (adegan, Red) akeh sing gak iso ngempet ngguyu (banyak yang tidak bisa menahan ketawa),” ujar Imawan. Memang, adegan-adegan film itu banyak sekali dipenuhi celetukan dan umpatan khas Suroboyoan. Tentu saja, kata-kata khas itu menjadi terdengar lucu. Karena, meluncur dari bibir bintang-bintang film Mandarin dan Barat. “Tetapi, menjadi ciri karakter kuat film tadi,” ujar Imawan.

Bahasa Suroboyo, disebut Imawan memang memiliki karakteristik kuat. Tak heran saat proses dubbing banyak sekali dubber film lain yang menonton.”Satu studio besar sampai menonton semua,” katanya. Walaupun banyak yang tak mengerti boso Suroboyoan, banyak yang suka dengan nuansa baru yang muncul dari film itu. Proses sulih suara itu memang tak digelar di Surabaya. Melainkan di studio Incofo Swara, Jakarta. Hanya saja, menurut Imawan, para pengisi suaranya adalah orang-orang Surabaya yang tinggal di ibu kota. Tak heran, bahasa Surabaya yang disuguhkan pun terdengar asli Suroboyo. Meskipun, di sana sini kadang masih ada bahasa Indonesia yang menyelip. Hal itu memang sengaja dilakukan. “Kami ingin memakai dialog Surabaya sehari-hari,” tutur Imawan. Sehari-hari, orang Surabaya memang masih memakai bahasa Indonesia. Misalnya, jika di kantor. “Kan tidak sopan memakai bahasa ngoko,” tambahnya.

Mengapa harus ada program itu? Sekadar mencari sensasi? Imawan menerangkan bahwa JTV adalah sebuah TV lokal. Oleh karena itu, pihaknya mencoba konsisten mengakomodasikan bahasa-bahasa lokal. “Kita kan punya tiga bahasa utama,” kata Imawan. Selain bahasa Suroboyoan, ada juga bahasa Madura dan bahasa Jawa Mataraman. Saat ini, tiga bahasa itu memang sudah diakomodasikan dalam acara berita di JTV.

Khusus untuk film berbahasa Suroboyo, Imawan mengatakan bahwa salah satu tujuannya adalah melestarikan dan menanamkan kebanggaan berbahasa Suroboyo. “Ini juga untuk membangun jati diri budaya lokal,” ujar Imawan. Jadi, mes kipun program hiburan, Imawan mengatakan bahwa film-film itu juga punya nilai plus. Meski demikian, Imawan mengatakan bahwa tak semua film bisa didubbing dalam bahasa Suroboyoan. “Kita pilih film yang cocok dengan karakteristik Surabaya,” katanya. Oleh sebab itu, tak mungkin film roman klasik atau film horor yang terlalu mencekam dijadikan bahasa Surabaya.

Mungkinkah suatu saat nanti JTV menayangkan film berbahasa Madura? “Mungkin sekali,” tegas Imawan. Seandainya ini terlaksana, film itu tetap akan ditayangkan dengan teks bahasa Indonesia.(doan widhiandono)

PROPOSAL SKRIPSI

Juni 11, 2008

PENGARUH PENGGUNAAN “DUBBING” BAHASA SROBOYOAN
DALAM FILM SUROBOYOAN DI JTV TERHADAP MINAT
MENONTON MASYARAKAT SURABAYA

OLEH:
MUH. ABDUH ABBAS

_____________________________________________________________

DAFTAR ISI

Bab 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan Penelitian 3
1.4 Manfaat Penelitian 4
1.5 Batasan Masalah 4
1.6 Sistematika Penulisan 4

Bab 2. KERANGKA TEORI
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Dubbing ( Sulih Suara ) 6
2.1.2 Minat 6
2.1.3 Bahasa Suroboyoan 7
2.1.4 Film Suroboyoan 8
2.1.5 Model Alir Satu Tahap 8
2.2 Nisbah Antar Konsep 9
2.3 Kerangka Berpikir 10
2.4 Hipotesis Penelitian 11

Bab 3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Definisi Konseptual
3.1.1 Dubbing ( Sulih Suara ) 12
3.1.2 Minat 12
3.2 Definisi Operasional 13
3.3 Jenis Penelitian 13
3.4 Metode Penelitian 13
3.5 Populasi dan Sampel 13
3.6 Teknik Pengumpulan Data 15
3.7 Teknik Analisis Data 15

Bab 4. RENCANA ANGGARAN PENELITIAN

_____________________________________________________________

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dunia dubbing ( sulih suara ) adalah bagian dari berkesenian yang pada media ekspresi Audio Visual. Dimana lebih berolah vokal dalam bermain drama. Hal ini menunjukkan bahwa bermain drama dengan cara meng-alih bahasa untuk media film tetap berperan penting dalam berkesian.
Sesuai dengan gagasan seorang mahasiswa Jerman, Paul Nipkow, yang berkeinginan untuk mengirimkan pesan dalam bentuk gambar (visual) dan suara (audio), televisi kini tidak dapat lagi dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dengan keunggulan-keunggulannya, televisi pun memegang kedudukan pertama dalam dunia media massa penyiaran. Bahkan, tawaran televisi yang menjanjikan simulasi visual, bukan sekedar audio, membuat banyak orang yang menghabiskan waktunya lebih lama di depan pesawat televisi dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk ngobrol dengan keluarga atau pasangan mereka (Morissan, 2004: hal.1 ).
Di Indonesia sendiri, perkembangan televisi juga dapat dikatakan mengalami kemajuan pesat. Walaupun sempat 27 tahun bertahan dengan satu stasiun televisi milik pemerintah, yaitu TVRI, namun akhirnya sejak tahun 1989, satu persatu stasiun televisi swasta pun bermunculan untuk menghibur khalayak tanah air (Morissan, 2004). Hingga kini, terhitung 10 stasiun televisi swasta yang turut amabil bagian dalam persaingan dunia pertelevisian, yaitu RCTI, SCTV, Indosiar, Trans TV, TPI, Global TV, Trans 7, Lativi, Metro TV, dan ANTV. Selain deretan stasiun televisi swasta bertaraf nasional tersebut, muncul pula stasiun-stasiun televisi lokal yang lebih menitik beratkan berita dan gaya hidup setempat sebagai content program-programnya, misalnya Bali TV, Jak TV, O-Channel, JTV, Riau TV, dan lain-lain.
Munculnya berbagai stasiun televisi yang membawa ciri dan ke-khas-an yang berbeda ini menyebabkan ketatnya persaingan di dunia pertelevisian. Untuk bertahan dalam kancah persaingan tersebut, masing-masing stasiun televisi harus menyajikan program-program inovatif, menarik untuk pemirsanya, dan yang paling penting adalah berprospek untuk pemasangan iklan (Muda, 2005).
Berbicara tentang program inovatif, JTV merupakan salah satu contoh stasin televisi swasta lokal yang menampilkan program inovatif dengan program-program berbahasa daerah. Sebagai sebuah stasiun televisi lokal Jawa Timur, JTV menyesuaikan program-programnya dengan masyarakat Jawa Timur. JTV sendiri berupaya untuk “dekat” dengan masyarakat Jawa Timur, terutama masyarakat Surabaya yang menjadi target audience utamanya, dengan menggunakan bahasa-bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Surabaya, yaitu Bahasa Suroboyoan. Namun, usaha JTV untuk lebih “dekat” dengan pemirsanya ternyata menuai kontroversi. Sebagian besar masyarakat Surabaya malahan tidak setuju dengan penggunaan Bahasa Suroboyoan dalam program-program JTV yang dianggap terlalu vulgar (JTV Sepakati, 2005)
Walaupun menua kontroversi dengan program-program ber-Bahasa Suroboyoan, JTV tetap mempertahankan ciri khasnya tersebut. JTV mencoba untuk megusahakan feedback positif dari masyarakat dengan menayangkan program-program Bahasa Suroboyoan dalam format yang bervariasi, salah satunya Film Suroboyoan. Film Suroboyoan merupakan salah satu program yang mulai ditayangkan pada bulan Mei 2006. program ini merupakan tayangan film lepas maupun serial (Barat, Mandarin, dan India) yang di dubbing menggunakan Bahasa Suroboyoan. Kemunculan Film Suroboyoan sendiri mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat, ada yang menggemari, adapula yang tidak menyukai format tayangan tersebut. Apalagi, proses dubbing sendiri, bagi sebagian orang, dianggap sebagai sebuah tindakan pembodohan penonton, karena penonton tidak dilatih untuk memahami bahasa asing. Selain itu, menurut Prie GS, Chief Editor of Suara Merdeka CyberNews, proses dubbing juga mengakibatkan film-film asing menjadi aneh dan kehilangan hampir seluruh kekuatan artistiknya (para.3).
Walaupun berbagai kontroversi muncul, Film Suroboyoan tetap memiliki ‘kekuatan” dibandingkan dengan tayangan-tayangan lain yang ber-Bahasa Suroboyoan (misalnya, tayangan berita ber-bahasa Suroboyoan). Hal ini dikarenakan film merupakan salah satu bentuk tayangan hiburan (entertainment). Jonathan Bignell, dalam bukunya “An Introduction to Television Studies” (2004) menjelaskan bahwa penonton televisi dapat dilihat sebagai konsumen pencari hiburan (hal.55). dengan demikian, walaupun Film Suroboyoan juga menggunakan Bahasa Suroboyoan, film ini masih dapat dikatakan lebih unggul karena termasuk dalam kategori jenis tayangan yang paling dicari oleh masyarakat.
Di antara kelemahan dan kelebihan penayangan Film Suroboyoan tersebut, muncul tanda tanya besar, yaitu apakah dengan Film Suroboyoan- nya, JTV mampu merebut minat pemirsa Surabaya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas sekaligus meneliti pengaruh penggunaan (dubbing) Film Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV terhadap minat menonton masyarakat Surabaya. Sebagaimana penulis juga sebagai Produser Divisi Dubbing di JTV sejak tahun 2006. Agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dubbing film Boso Suroboyoan yang kian mendidik. Tidak hanya sebagai tontonan saja tapi juga merupakan tuntunan bagi masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana pengaruh penggunaan (dubbing) Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV terhadap minat menonton masyarakat Surabaya?
1.2.2 Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat menonton Film Suroboyoan?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan (dubbing) Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV terhadap minat menonton masyarakat Surabaya
1.3.2 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat menonton Film Suroboyoan

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis
Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian komunikasi yang berhubungan dengan studi pengaruh tayangan televisi terhadap masyarakat. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi pembaca sekalian. Terutama bagi pekerja seni di dunia Sulih Suara di JTV.

1.4.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada lembaga penyiaran atau stasiun-stasiun televisi, khususnya JTV, mengenai pengaruh tayangan televisi terhadap masyarakat. Sehingga nantinya, lembaga penyiaran maupun stasiun-stasiun televisi dapat berusaha berkompetisi dengan sehat untuk mendapatkan atensi masyarakat.

1.4.3 Manfaat Sosial
Penelitian ini dilakukan sebagai syarat pencapaian jenjang SI dan bukti pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi.

1.5 Batasan Masalah
Penelitian ini difokuskan untuk membahas proses dubbing yang dilakukan dalam Film Suroboyoan yang ditayangkan di JTV. Proses dubbing itu sendiri nantinya akan dihubungkan dengan minat masyarakat Surabaya untuk mengkonsumsi tayangan tersebut.

1.6 Sistematika Penulisan
Bab 1. Pendahuluan, berisi latar belakang pemilihan topik bahasan, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta batasan masalah.
Bab 2. Kerangka teori, berisi berbagai teori yang akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisa. Bab ini juga berisi nisbah antar konsep, kerangka pemikiran, serta hipotesis penelitian yang menjadi dasar acuan penelitian.
Bab 3. Metode Penelitian, berisi bahasan-bahasan yang berhubungan dengan metodologi yang digunakan penulis, yaitu mencakup definisi konseptual, definisi operasional, jenis dan metode penelitian, populasi dan sample, teknik penarikan sample, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
Bab 4. Analisis data, berisi gambaran umum objek penelitian, deskripsi serta analisis data.
Bab 5. Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan saran berkaitan dengan topik penelitian.

_____________________________________________________________

2. KERANGKA TEORI

2.1 Dasar Teori
Seluruh analisis dan pembahasan dalam penelitian ini akan mengacu pada beberapa teori yang akan dijelaskan di bawah ini.

2.1.1 Dubbing (Sulih Suara)
Dubbing atau disebut juga sulih suara merupakan salah satu alternatif proses penerjemahaan film televisi selain subtitling (teks terjemahan yang muncul di bagian bawah layar televisi). Amir Hassanpour (Dubbing, para.2) menjelaskan dubbing is the replacement of the dialogue and narration of the foreign or source language into the language of the viewing audience, the target languege (dubbing atau sulih suara merupakan penggantian dialog dan narasi dari bahasa asing atau bahasa sumber menjadi bahasa yang digunakan oleh pemirsa). Definisi dubbing yang dijelaskan oleh Hassanpour ini dipertegas dengan definisi dubbing yang dikemukakan oleh Lisa Ho yang menyatakan bahwa dubbing adalah mengganti audio bahasa sumber (bahasa asing bersangkutan) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia). Ia juga menyebutkan bahwa Bahasa Indonesia yang digunakan adalah Bahasa Indonesia luwes yang baik dan benar, yaitu Bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, konteks film, dan jenis film, namun tetap mengacu pada kaidah yang berlaku (Penerjemahan Film, 2005).
Hassanpour menyebutkan bahwa lip-synchronization merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan proses dubbing. Agar terlihat natural, sebisa mungkin kata-kata yang digunakan sesuai dengan gerak bibir atau aktor dan aktris yang suaranya digantikan. Selain lip-sychronization, bahasa terjemahan juga perlu disesuaikan dengan gerak tubuh dan mimik wajah (Dubbing, para.4)

2.1.2 Minat
Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa keputusan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu didasarkan kepada minat orang tersebut. Meichati mengartikan minat sebagai perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas (Meichati, 1972). Pengertian lain tentang minat dikemukakan oleh Hardjana, yaitu suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat (Hardjana, 1994: 88). Ahli lain, Hilgard, mendefinisikan minat sebagai berikut “Interest is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activities or content” (minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati beberapa kegiatan). Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus dan disertai dengan rasa senang. Berbeda dengan perhatian yang sifatnya lebih sementara dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti oleh perasaan senang dari situ diperoleh kepuasan (Kuncoro, 2001).
Minat bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir, minat merupakan suatu hasil belajar, mempengaruhi proses belajar selanjutnya, serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Proses belajar dipengaruhi oleh minat karena dengan adanya minat, seseorang akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tertentu. Perhatian yang lebih besar ini membuat seseorang lebih giat dan mudah untuk mempelajari sesuatu.minat merupakan motivator yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas (Sandjaja, n.d:2).
Aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Aspek afektif nampak dalam rasa atau tidak senang dan kepuasaan pribadi terhadap objek tersebut (Sandjaja, n.d:3).

2.1.3 Bahasa Suroboyoan
Bahasa Suroboyoan merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggantikan istilah dialek Surabaya. Bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Bahasa suroboyoan seringkali digunakan oleh media lokal untuk melambangkan identitas mereka.namun, penggunaan Bahasa Suroboyoan dalam media lokal inipun masih menjadi kotroversi di kalangan masyarakat Surabaya sendiri. Sebagian besar masyarakat mengkhawatirkan, penggunaan Bahasa Suroboyoan dalam media membawa pengaruh negatif bagi pemirsa anak-anak.

2.1.4 Film Suroboyoan
Film Suroboyoan merupakan salah satu program JTV yang mulai ditayangkan sejak bulan Mei 2005. Film Suroboyoan ini merupakan sebutan untuk film lepas maupun serial, baik Mandarin, Barat, maupun India yang di dubbing menggunakan Bahasa Suroboyoan. Film India Suroboyan ditayangkan setiap hari Senin sampai Jum’at pukul 11.00 WIB. Film Barat Suroboyoan ditayangkan setiap Sabtu jam 20.00 WIB. Sedangkan film Sulap Suroboyoan ditayangkan setiap Minggu jam 16.00 WIB.

2.1.5 Model Alir Satu Tahap (one-step Flow Model)

Umpan Balik
Tidak harus sama
Gambar 2.1. Model Alir Satu Tahap (One-Step Flow Model)
Sumber : Wiryanto, 2000

Model alir satu tahap ini hamprr sama dengan Model Hypodermic Nedle yang menyatakan bahwa saluran media massa berkomunikasi secara langsung dengan audience tanpa perantara opinion leader. Model alir satu tahap ini dapat dijabarkan sebagai berikut (Wiryanto, 2000):
a. Model alir satu tahap berpendapat bahwa media massa tidak memiliki kekuatan penuh dan tidak semua media massa mempunyai kekuatan yang sama.
b. Aspek-aspek seleksi penyaringan (selective screening) dari khalayak, seperti selective exposure, selective perception, dan selective retention mempengaruhi dampak pesan.
c. Model alir satu tahap mempengaruhi kemungkinan adanya perbedaan efek atau reaksi yang timbul dari audience terhadap pesan yang sama.
Dalam model alir satu tahap tidak dijelaskan secara gamblang mengenai ada tidaknya hubungan antara audience satu dengan audience lain. Namun, dalam diagram dimungkinkan adanya hubungan antara audience. Hubungan antar pesona antar audience tidak berakibat langsung dari terpaan media.

2.2 Nisbah Antar Konsep
Seperti yang telah disebutkan dalam latar belakang maupun teori dasar, proses dubbing masih menjadi kontroversi yang belum ditemukan jalan tengahnya. Berkenaan dengan dubbing, banyak tanggapan negatif, namun adapula yang bertanggapan positif.
Minat merupakan suatu ketertarikan kepada suatu hal yang didasarkan pada aspek kognitif dan afektif (Sandjaja, n.d:3). Kedua aspek inilah yang menentukan ada tidaknya minat. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Sedangkan, aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap objek tersebut. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat seseorang untuk menonton sebuah tayangan tertentu (dalam hal ini Film Suroboyoan) akan muncul jika orang tersebut mempunyai konsep positif tentang Film Suroboyoan, menyadari manfaat menonton film tersebut, menyukai, serta mendapatkan kepuasan pribadi setelah menonton Film Suroboyoan.
Ditengah kontroversi yang terjadi, muncul pertanyaan mengenai pengaruh proses dubbing Film Suroboyoan terhadap minat menonton masyarakat Surabaya. Pertanyaan ini muncul karena minat sangat dipengaruhi oleh konsep positif dan kesukaan seseorang terhadap tayangan Film Suroboyoan. Secara tidak langsung, kontroversi yang terjadi, sedikit banyak, mempengaruhi dan dipengaruhi konsep berpikir masyarakat terhadap Film Suroboyoan. Mungkin ada, sebagian besar masyarakat tidak memiliki konsep positif dan kesukaan terhadap Film Suroboyoan karena menganggap bahasa yang digunakan terlalu vulgar dan tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. Namun di lain pihak, konsep positif dan kesukaan terhadap Film Suroboyoan mungkin saja terbentuk karena dianggap sebagai bentuk pelestarian budaya dan alat penjalin keakraban media dan audience-nya.

2.3 Kerangka Berpikir
Gambar 2.2. Kerangka Berpikir

2.4 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan teori-teori dasar yang telah disebutkan di atas, maka peneliti menetapkan hipotesis awal (Ho) yang akan menjadi acuan untuk melakukan penelitian. Ho penelitian adalah penggunaan (dubbing) Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan di JTV mempunyai pengaruh terhadap minat menonton masyarakat Surabaya.

_____________________________________________________________

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Definisi Konseptual

3.1.1 Dubbing (Sulih Suara)
Amir Hassanpour ( Dubbing, para.2) menjelaskan dubbing is the replacement of the dialogue and narration of the foreign or source language into the language of the viewing audience, the target language ( dubbing atau sulih suara merupakan penggantian dialog dan narasi dari bahasa asing atau bahasa sumber menjadi bahasa yang digunakan oleh pemirsa). Pendapat lain dikemukakan oleh Lisa Ho yang menyatakan bahwa dubbing adalah mengganti audio bahasa sumber (bahasa asing bersangkutan) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia). Menurut Hassanpour, faktor penting yang perlu diperhatikan dalam dubbing adalah lip-synchronization, gerak tubuh dan mimik wajah (Dubbing, para.4).

3.1.2 Minat
Meichati mengartikan minat sebagai perhatian yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas (Meichati, 1972). Sedangkan, Hardjana menyebutkan bahwa minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat (Hardjana, 1994: 88). Ahli lain, Hilgard, mendefinisikan minat sebagai berikut “Interst is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activities or content” (minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati beberapa kegiatan). Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus dan disertai dengan rasa senang. Berbeda dengan perhatian yang sifatnya lebih sementara dan belum tentu dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti oleh perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan (Kuncoro, 2001).

Beberapa definisi di atas diperkuat dengan pendapat dari Sandjaja terkait dengan aspek minat. Aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap objek tersebut.

3.2 Definisi Operasional
Berdasarkan kerangka teori yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya, maka dapat dikatakan minat seseorang untuk menonton Film Suroboyoan akan muncul jika orang tersebut mempunyai konsep positif tentang Film Suroboyoan, menyadari manfaat menonton film tersebut, menyukai, serta mendapatkan kepuasan pribadi setelah menonton Film Suroboyoan.

3.3 Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatif karena merupakan penelitian yang berusaha untuk menjelaskan korelasi antara suatu gejala sosial (variabel x) dengan gejala sosial lain (variabel y), sekaligus menjawab mengapa itu terjadi melalui pengujian hipotesis (Berger, 2000).

3.4 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metodologi kuantitatif. Survey dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada sampel yang mewakili populasi yang diteliti.

3.5 Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek atau fenomena yang diteliti (Kriyantono, 2006: hal. 149). Penelitian ini merupakan penelitian yang ingin mencari informasi mengenai ada tidaknya pengaruh dubbing Bahasa Suroboyoan dalam Film Suroboyoan terhadap minat menonton masyarakat Surabaya. Oleh Karena itu, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya secara keseluruhan.
Namun, karena keterbatasan-keterbatasan yang ada, penelitian ini tidak akan mampu menjangkau seluruh populasi, sehinga dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode cluster purposive sampling. Metode ini merupakan metode pengambilan sampel dua tahap. Cluster sampling digunakan dalam memilih Surabaya bagian mana yang akan diambil sebagai daerah sampling. Menurut data statistik yang ada Surabaya dalam Angka, Surabaya Timur merupakan bagian Surabaya yang paling padat penduduknya. Sehingga Surabaya Timur ditentukan sebagai area yang akan diteliti dengan petimbangan bahwa di daerah tersebutlah kebanyakan masyarakat Surabaya berdomisili, sehingga diharapkan hasil penelitian terhadap masyarakat Surabaya Timur dapat mewakili masyarakat Surabaya pada umumnya. Selanjutnya, individu-individu yang akan menjadi sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling, dengan syarat individu yang akan menjadi sampel adalah individu yang mengetahui tayangan Film Suroboyoan.
Jumlah sampel yang diambil, dihitung berdasarkan rumus Yamane,
n =
Nd + 1

n = 745.807
745.807 x (0,05) + 1

n = 399,7
hasil perhitungan sampel tersebut dibulatkan ke atas menjadi 400 orang.

3.6 Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui pembagian kuisioner. Kuisioner tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan dibagikan pada individu-individu yang memenuhi syarat untuk dijadikan sampel.

3.7 Teknik Alanalisis Data
Untuk menguji ada tidaknya pengaruh, maka terlebih dahulu harus diketahui ada tidaknya hubungan antara variable yang diriset. Untuk meriset apakah memang ada pengaruh yang signifikan atau tidak antara sebab akibat tersebut, maka digunakan rumus regresi linear sederhana (Kriyantono, 2006: hal. 180).

Studio Dubbing Jakarta

Juni 11, 2008

ALAMAT STUDIO DUBBING JAKARTA

Arum Studio
Cakrawala : 6343031
CKI : 7971514
Diya Visuatama : 7264166
Eltra : 5826253
Erfa Selaras : 5688152
Idola : 7988151
Indosiar : 5672222
Jafa’s : 70301012
IMMG : 5203551
Kaaf : 8310674
Kreasi Media Cipta : 5669950/081586269470
kreasimediacipt@plasa.com
a/n Subur Rusyadi
MAJ : 8315303
Nuansa : 6346554
Power Vision : 86604410
Prathivi Kartika Film : 3812365
Pro Media : 8299890
RCS : 6390029
RCTI : 530540-2954
SCTV : 5225555-1773
Visi Info Promo (Roxy) : 6303939
Winner Pro : 3106741
Yori Yoga : 8310674

Dubbing Boso Suroboyoan – JTV

Juni 11, 2008

PPRODUKSI DUBBING FILM BOSO SUROBOYOAN – JTV

Studio INCOFO Jakarta tahun 2005

Film Barat ( Lepas )
The Chain
Killing Obsession
Street Warrior
American Tiger
Survivor
Ninja Academy
Deadly Ransom
The Destroyers
Tunnel Vision
Riders In The Storm

Film Mandarin ( Serial )
Love Talks
Swordman

_____________________________________________________________

Studio Outsoursing Surabaya tahun 2006

Film India ( Lepas )
Sil Siilay
Chehraa
Valentine’s Day
Soch
Satta
Chahat

_____________________________________________________________

Studio Dubbing JTV Surabaya tahun 2006

Film Barat ( Lepas )
Strike Of The Panther
The Bees
Merchant Of Evil
Future Past
Stolen Youth
Princess In Love
The Theory Of The Leisure Class
The Closer
Picture Of Priority
The Hudsucker Proxy
Web Of Deception
King Solomon Mines
Amongst Friends
Drop Dead Fred
Dream Lover
Capital Punishment
Killing Mr. Griffin
Olive Juice

Film Mandarin ( Lepas )
The South Shaolin Master

Film India ( Lepas )
Dil Se
Hameshaa
Josh
Saugand
Duplicate
Doraste 12 B
Mahiya
Dil Ke Peche – Peche
Woh Tera Naam Tha
Koi Aap Sa
Tango Charlie
Faareb
Kaamosh
Valentine’s Day
Chehraa
Sil Siilay
Soch
Satta
Chahat
Hum Kaun Hai

Film Sirkus ( Serial )
Amazing Circus
Circus World
Circus Ice Show

Film Sulap ( Serial )
The World Greatest Magic
Lance Burton Young Magicians
Lance Burton On The Road
Lance Burton Top Secret
Lance Burton Hocus Pocus
Houdini Unloking

_____________________________________________________________

Studio Dubbing JTV Surabaya tahun 2008

Film Sulap ( Serial )
PAUL DANIELS MAGIC SHOW